Kesalahan Umum Desain Laser Cuttting

Kesalahan Umum Desain Laser Cuttting – Salah mendesain produk laser cutting bisa menyebabkan banyak kerugian. Contohnya seperti hasil yang tidak sesuai desain aslinya, material yang terbuang percuma, hingga biaya produksi dan tenaga kerja lainnya yang terlanjur dikeluarkan.

Sayangnya banyak orang yang tidak paham bahwa mendesain untuk laser cutting tidak sama dengan mendesain untuk karya cetak atau ilustrasi serta produk digital. Karena saat diproduksi dengan mesin laser cutting, belum tentu desain tersebut sudah kompatibel dengan mesin laser. Ditambah lagi bisa saja terjadi kesalahan-kesalahan lainnya seperti berikut ini.

Kesalahan Umum Desain Laser Cuttting

Apa Saja Kesalahan Umum Desain Laser Cutting dan Solusinya?

  • Desain terlalu mendetail dan kecil-kecil

Kesalahan umum desain laser cutting yang banyak dilakukan orang adalah membuat gambar desain yang terlalu rumit. Misalnya seperti ada bagian desain dengan garis-garis terlalu tipis atau ada bagian yang sangat rapat satu dengan lainnya.

Memang desain tampaknya akan lebih menarik, dibandingkan desain yang terlalu sederhana. Namun Anda butuh tahu bahwa kualitas hasil pemotongan nanti bergantung juga pada ketebalan plat, jenis material, dan diameter sinar laser saat digunakan.

Contohnya lubang yang tambak begitu kecil bisa jadi membuat area tersebut terlalu rapuh dan akhirnya patah. Ada pula mungkin Anda membuat motif yang terlalu ramai dan berdempetan, hal ini berpotensi membuat hasilnya jadi kurang bagus atau ada yang rusak.

Solusi: Buat preview desain dan lakukan uji coba dengan desain tersebut. Selain itu, Anda bisa pula menyederhanakan desain yang tampak rumit.

  • Tidak mempertimbangkan ketebalan material

Jangan hanya fokus menentukan ukuran dan panjang material yang mau dipakai saja. Karena banyak juga desainer yang kurang mempertimbangkan soal ketebalan bahan. Padahal ketebalan ini akan berpengaruh pada kekuatan, kualitas, ukuran lubang, dan hasil sambungan produk itu.

Contohnya pola dekoratif yang dipotong pada plat laser cutting tebal 3mm maka belum tentu akan cocok kalau dipasang dan diproduksi pada plat 1 mm. Risikonya bisa jadi ada bagian yang terlalu kecil kemudian jadi mudah patah.

Solusi: pertimbangkan jenis dan ketebalan materialnya. Jika kurang paham tanyakan pada ahli berpengalaman seperti Pioner Laser. Anda bisa minta spesifikasi material yang jelas agar tidak salah memilih.

  • Mengabaikan Lebar Potongan Laser

Lebar potongan laser (Kerf) merupakan bagian material yang nanti hilang saat bahan dipotong oleh laser cutting. Meski bagian tersebut memang kecil, tapi kerf dapat memengaruhi kualitas hasil akhir dimensi produk.

Apalagi kalau desain Anda melibatkan sambungan atau bagian komponen yang akan harus disambungkan secara presisi. Maka kalau lebar potongan laser ini diabaikan, berisiko hasilnya ada yang terlalu longgar atau justru kekecilan sampai-sampai susah untuk dirakit.

Solusi: Tanyakan kepada vendor seperti Pioner Laser apakah ada rekomendasi toleransi dimensi potongan laser yang paling tepat. Biasanya vendor amanah pun akan menawarkan untuk melakukan test cut lebih dahulu.

Kesalahan Umum Desain Laser Cuttting

  • Format file desain yang dipakai tidak tepat

Kesalahan umum desain laser cutting yang sering terjadi yaitu mengenai format file yang kompatibel dengan mesinnya atau tidak. Contohnya Anda membuat desain dengan format gambar PNG atau JPEG lalu mengirimkannya kepada vendor. Padahal format desain yang kompatibel dengan mesin laser cutting yaitu dalam bentuk data vektor, bukan bitmap.

Parahnya ada juga yang asal download gambar dari internet atau men-screenshot gambar bebas lalu langsung dikirimkan file tersebut ke vendor. Kalau tetap nekat digunakan maka berisiko hasilnya tidak akan sama, karena bisa jadi hurufnya berubah, ukurannya beda, dan perubahan detail lainnya.

Solusi: Pioner Laser menyarankan kepada Anda untuk lebih baik memakai format file gambar desain yang umum dipakai dan kompatibel dengan mesin laser cutting misalnya formar Corel Draw (CDR), Adobe Illustrator (AI), dan DXF jika memang didukung.

Anda perlu ingat untuk memastikan bahwa semua file atau objek dalam bentuk vektor dan bukan gambar yang hanya dicopy paste ke dalam file desain.

  • Format Font yang belum diubah menjadi Curve / Outline

Bagaimana kesalahan umum desain laser cutting seperti ini dapat terjadi? Biasanya format atau jenis font pada gambar dibuka dengan komputer lain yang tidak mendukung jenis font tersebut. Ini berakibat desain huruf akan berubah menjadi jenis font pengganti, rusak, atau bergeser.

Jika hal ini terjadi pada pembuatan laser cutting huruf timbul, papan reklame, atau produk signage dan advertising lainnya. Maka kesalahan yang ditimbulkan bisa fatal dan produksi harus diproses ulang.

Solusi: Sebaiknya tanyakan ke vendor jenis font apa yang kompatibel. Anda bisa juga ganti seluruh desain teksnya ke dalam objek vektor.

  • Ukuran desain tidak sesuai dengan area kerja laser cutting

Kalau desain laser cutting terlalu besar, maka bisa jadi butuh proses produksi berulang kali untuk membuat tiap-tiap bagiannya. Hal ini bisa terjadi karena ruang atau area kerja pada mesin laser cutting terbatas.

Jadi kalau ukuran desainnya sangat besar bahkan sampai melebihi area kerja mesin. Maka mau tidak mau, desain Anda terpaksa diproduksi per bagian-bagian. Tentunya hal ini akan mempengaruhi biaya produksi vendor.

Solusi: Tanyakan kepada vendor luas atau ukuran ruang kerja mesin laser yang maksimum, lalu sesuaikan. Jika memang desain Anda berukuran amat besar maka coba bikinlah beberapa panel desain yang nanti bisa disambung dengan presisi dan rapi.

Kesalahan Umum Desain Laser Cuttting

  • Tidak meminta sampel hasil desain untuk menghindari kesalahan

Sebetulnya hal ini bisa dihindari kalau dari awal Anda menanyakan pada vendor apakah bisa mendapatkan sampel hasil cetak desain sebelum memproduksi secara massal. Karena bisa jadi ada risiko hasil desain yang terlihat pada komputer dari ukuran, detail garis, ketebalan, dll nya berbeda saat sudah dicetak.

Jadi desain yang tampaknya sudah oke waktu dibuka di komputer, belum tentu akan sama hasilnya saat sudah diproduksi.

Solusi: Sebaiknya minta dan tanyakan soal preview hasil desain sebelum melakukan cetak massal. Minta prototype demi memastikan tidak ada kesalahan dan jika memang harus ada biaya membuat sampel, maka hal itu jauh lebih kecil daripada mengulang seluruh hasil cetakan.

post

Write a Comment