Quality Control Laser Cutting

Quality Control dalam Jasa Laser Cutting

Quality Control Laser Cutting – Penting untuk mengenali vendor laser cutting yang menerapkan quality control dengan baik. Karena ini untuk memperkecil risiko cacat produksi sebelum diserahkan pada vendor.

Pioner Laser sendiri sebagai jasa laser cutting pun memiliki SOP yang jelas untuk proses quality control dimana ada beberapa tahapan pengecekan kualitas produk yang diproduksi. Sebetulnya apa itu Quality Control?

Ini adalah tahapan pemeriksaan yang dilakukan pada setiap produk yang dihasilkan, apakah sudah memenuhi standar kualitas dari segi:

  • Kerapian potongan
  • Bentuk yang dihasilkan
  • Warna yang diproduksi
  • Ketebalan material
  • Packaging sebelum dikirimkan, dll.

Tanpa quality control (QC) yang baik maka risiko cacat produk bisa lebih besar dan baru disadari saat produk sudah ada di tangan customer.

Quality Control Laser Cutting

Kenapa Quality Control Dalam Jasa Laser Cutting itu Penting?

Tujuan utama melakukan pengecekan kualitas tentunya demi menjaga kepercayaan customer pada tiap produk yang dihasilkan. Selain itu, manfaat lain yang didapatkan seperti:

  •  Menjamin hasil yang presisi:

Kelebihan utama mesin laser cutting yaitu dapat menghasilkan potongan rapi yang presisi. Karena itulah setelah material selesai dipotong dengan mesin, maka pengecekan kualitas dilakukan demi melihat bahwa:

  • Ukuran
  • Bentuk
  • Posisi lubang (apabila ada)
  • Ukiran / engraving

Semua poin di atas benar-benar dihasilkan secara baik, tepat, dan benar sesuai file desain yang dipesan oleh customer.

  • Memastikan hasil produksi yang konsisten

Pada produksi massal atau yang jumlahnya banyak, maka tiap produk seharusnya punya kualitas yang sama. Baik dari segi bentuk, ketebalan, warna, dan masih banyak lagi. Jika ada sebagian produk yang tebal, sementara lainnya tipis maka jelas tidak konsisten.

Proses quality control laser cutting bermanfaat untuk memastikan konsistensi tetap terjaga untuk tiap produk yang dihasilkan. Apalagi jika hasil pemotongan masih harus dirakit satu dengan yang lainnya, tiap komponen tersebut harus memiliki bentuk yang konsisten agar desainnya tetap sesuai dan bisa disatukan dengan tepat.

  • Meningkatkan kepercayaan customer (trust)

Jika produk yang dihasilkan selalu memiliki kualitas yang konsisten sesuai harapan customer, maka pengalaman tersebut akan meningkatkan kepercayaan pada jasa tersebut. Begitu pula Pioner Laser yang senantiasa memastikan kualitas laser cutting yang dihasilkan tetap baik.

Dengan pengalaman yang positif, maka peluang customer untuk memesan kembali di jasa yang sama juga pasti meningkat.

  • Peningkatan dalam hal efisiensi produksi

Biasanya ada checklist yang jelas pada saat melakukan quality control. Ini untuk memudahkan operator melakukan pemeriksaan. Proses pengecekan kualitas yang terstruktur seperti ini akan membantu tim produksi bisa bekerja secara efisien. Karena mereka paham apa-apa saja yang harus diperiksa.

Apa Saja Checklist Quality Control Laser Cutting?

  • Pengecekan visual permukaan

Tahap quality control laser cutting yang pertama yaitu kondisi permukaan material sebelum dan setelah pemotongan. Tim produksi sebaiknya melakukan pemeriksaan pada:

  • Goresan / baret
  • Noda
  • Bekas gosong yang berlebihan
  • Permukaan rusak karena pemotongan

Contohnya pada material MDF/Kayu maka warna tepi yang terlalu gelap bisa menunjukkan panas laser terlalu tinggi. Lalu untuk material akrilik, bisa berisiko muncul retakan halus atau goresan karena fokus laser saat pemotongan.

  • Pengecekan bentuk dan dimensi

Jika kondisi visual sudah dinilai baik, maka berikutnya adalah pengecekan ukuran. Pengecekan ukuran ini biasanya meliputi:

  • Panjang dan lebar
  • Diameter lubang (jika ada)
  • Diameter lubang
  • Radius lengkungan
  • Posisi tiap bagian

Tidak hanya ukuran, namun bentuk produk juga perlu dicek untuk memastikan bahwa sesuai file desain dan tetap simetris.

  • Pemeriksaan tepi potongan (edge quality)

Pemeriksaan tepi potongan harus halus dan konsisten, contohnya pada material akrilik maka bagian tepi sebaiknya tetap terlihat halus, bening, dan mengkilap. Jika terdapat bagian pinggir yang tampak kasar teksturnya, buram, dan bergaris maka bisa jadi akibat pengaturan mesin yang kurang tepat.

Pemeriksaan tepi ini juga meliputi pengecekan apakah ada bagian tepi yang rusak, potongan yang miring, terkelupas sebagian, dll. Pada material kayu, pengecekan apakah ada bekas gosong dan sisa-sisa serabut kayu

  • Pemeriksaan ukiran (engraving) dan detail kecil lainnya

Jika produk memiliki desain ukiran, maka seluruh hasil pengukiran harus diperiksa misalnya dalam hal:

  • Apakah ukiran teks bisa terbaca jelas
  • Kedalaman engraving harus konsisten untuk seluruh produk
  • Ketajaman detail ukiran
  • Ketebalan garis hasil pengukiran
  • Kesesuain dengan file desain

Jika pengukiran dilakukan untuk menghasilkan logo dan teks kecil dengan detail rumit maka tim produksi / quality control harus memastikan hasilnya tetap kelihatan jelas.

  • Pemeriksaan akan kebersihan produk

Setelah proses quality control laser cutting sudah selesai pada tahap hasil pemotongan dan pengukiran. Maka produk perlu dibersihkan dan ini pun harus dilakukan pengecekan berulang pada tiap produknya. Proses ini memastikan tidak ada sisa-sisa material, kotoran, debu, bekas terbakar, bekas lem, cipratan tinta, dll yang tertinggal.

  • Pengecekan pada tahap packaging

Sebetulnya quality control tidak hanya berhenti pada proses produksi saja, tapi juga sampai tahap packaging. Pada tahapan ini maka proses QC dilakukan dalam beberapa hal seperti:

  • Perlindungan produk yang dikirim dengan tambahan bubkke wrap atau foam pelindung
  • Penyusunan produk dengan rapi di dalam kardus / box pengiriman dan memastikan tidak ada yang saling bergesekan
  • Penyesuaian ukuran box dengan ukuran dan jumlah produk yang mau dikirimkan
  • Labeling untuk memudahkan identifikasi dan informasi pengiriman

Pengecekan kualitas kemasan seperti ini untuk memastikan produk tetap aman selama perjalanan ke tangan customer.

Quality Control Laser Cutting

Contoh Checklist Quality Control yang Bisa Digunakan

Aspek Quality Control Hal yang Dicek Tujuan
File desain Format file desain, ukuran dan skala, garis, cutting posisi objek Memastikan file desain sudah sesuai dengan format mesin laser cutting
Material Ketebalan, jenis, kondisi permukaan, apakah ada kecacatan Menghindari material yang rusak atau bermasalah dan tidak sesuai jenis yang diinginkan
Setting mesin Fokus laser, tenaga laser, kecepatan, frekuensi, nozzle, dll. Memastikan mesin laser cutting bekerja baik untuk memotong material sesuai desainnya
Dimensi produk Ukuran, diameter lubang, toleransi ukuran, sudut material Memastikan hasil potongan presisi dan benar sesuai ukuran yang diminta
Visual permukaan Tidak ada kotoran, noda, atau bekas gosong Menjaga kualitas visual permukaan produk
Kualitas tepi (edge quality) Tepi potongan halus, tidak bergaris/bergerigi, sisa serabut, atau bekas terbakar Memastikan hasil potongan bagian tepi dan finishing yang rapi serta bersih
Kualitas ukiran (engraving) Ketajaman, kedalaman, keterbacaan teks, posisi ukiran Memastikan ukiran sesuai desain
Kebersihan produk Pengecekan kotoran, debu, bekas lem, sisa-sisa material Menjaga produk tetap bersih
Packaging Produk dibungkus pelindung dan dikemas dalam box secara rapi dengan ukuran kemasan yang tepat Mengurangi risiko kerusakan selama pengiriman

Quality Control Laser Cutting

Temukan Produk Terbaik Bersama Pioner Laser untuk Hasil Terpercaya

Tidak banyak vendor laser cutting yang benar-benar menerapkan proses quality control secara tepat.

Untungnya Pioner Laser sendiri adalah salah satu jasa yang selama ini selalu melakukan proses quality control laser cutting demi memastikan hasil produk terbaik sampai ke tangan customer.

Itulah sebabnya, jika ingin jaminan produk laser cutting yang hasilnya terpercaya dan berkualitas baik maka bisa coba memesan jasa laser cutting bersama Pioner Laser. Anda bisa terhubung bersama kami melalui:

post

Write a Comment